seumpama aku memahami

matanya sayu

bergenang separa air yang tidak mahu gugur

ditahan takung meneman bebola mata yang bundar dan sepi

rambutnya hitam pekat

kusut dek lebat

sepertinya langka disisir

raut wajahnya dihias taburan dedebu hitam yang jelek lagi mengotorkan.

sementara celana dan sehelai kain yang membalut tubuh kering itu selusuh usia pemakainya

sesekali dia menjelin-jeling pinta ihsan dalam ketakutan

entah mengapa, seumpama aku memahami derita yang dibawa lelaki ini

walau aku tidak pernah mengenali

begitu beratnya siksa hati yang tertanggung

airmata aku jua hampir mencurah

aku cuba berkongsi

lebih dalam

bila lontar racaunya memecah hening zuhur

Tuhan,

Apapun yang dialami oleh insan itu

berikan dia bahgia

ringankan beban derita

kerna sekiranya aku yang melihat juga tidak tertahan

apatah lagi tuan punya badan?

One thought on “seumpama aku memahami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s