DINGIN

Gigil tubuh ini dikejut angin pagi. Gigil lagi bila berkesempatan untuk sembah Tuhan, dan rasa diteduh dengan kasihNya, nan selautan.

Pagi sering saja begini. Ada antara kita suka membengiskannya. Mahu sama-sama embun. Embun hilang baru mahu bangun. Ada, yang sepertiga malam, kala dinihari, sujud takjub pada pencipta alam.

Dingin pagi, terik hari-kalau direnung dan difikirkan dengan mata hati, tak pernah satunya kosong tanpa erti; nyata atau tersembunyi.

Carilah makna hidup. Hidupkan jiwa dengan bait-bait firman Tuhan. Insha Allah, dianugerahi ketenangan yang tak tergambarkan. Insha Allah.

Selamat pagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s